Ceritakan Masa Sulitnya saat Menetap di Amerika, Chef Juna

Posted on

Siapa tidak mengenal dengan chef Juna? Ya, Juna diketahui selaku chef profesional dan seorang juri di Master Chef Indonesia.

Berhasil dengan profesinya selaku seorang juru masak sampai prestasinya yang keren, kenyataannya kehidupan Chef Juna tidak selamanya berjalan lancar.

Ini dikatakan Chef Juna di saat diundang dalam podcast punya Deddy Corbuzier beberapa lalu.

Untuk Deddy Corbuzier, Chef Juna bercerita begitu kerasnya kehidupan yang dia lalui waktu masih terbilang muda. Juna akui dianya lahir dari keluarga ‘broken home’.

Tidak sampai di sana, chef yang populer dengan kesangarannya ini akui ngotot ke Amerika Serikat untuk raih mimpi serta kehidupan anyarnya.

Tetapi sayang, hidupnya di Amerika Serikan dianggap Juna sama berjalan tidak berbeda jauh seperti waktu dianya ada di Tanah Air.

Waktu jalani pengajaran selaku seorang pilot Juna kembali lagi diterpa kegetiran sebab tempatnya mengangsu pengetahuan harus tutup karena pailit.

Hal tersebut mengakibatkan dianya serta anak didik yang beberapa orang Indonesia harus terima keadaan itu serta cari langkah supaya dapat terus memperoleh lisensi penerbangan.

“Ibuku pada akhirnya gali-gali ia punyai tabungan, tujuannya tolong untuk mengakhiri commercial lisense sampai di dekat Houston,” kata Chef Juna seperti diambil dari siaran Youtube di saluran Deddy Corbuzier untuk 1 November 2020.

Tetapi sayang, waktu itu bersamaan dengan berlangsungnya kritis ekonomi hingga membuat keluarga Chef Juna turut terdampak.

“Baru sesaat, economy crisis, nyokap telephone tidak dapat tolong uang makan kembali,” terangnya.

Pada akhirnya pemilik nama asli Juna Rorimpandey ini harus terpaksa stop memburu mimpi jadi pilot sebab tidak mendapatkan dukungan dana dari orang-tua.

Saat Juna memikir tidak pengin langsung pulang ke Indonesia. Ia pilih berusaha di situ walau harus jalani kehidupan yang keras.

“Di situlah gue korek-korek sampah buat makan. 1 apartemen berdelapan (dengan mahasiswa Indonesia yang lain yang sama sekolah pilot),” jelasnya.

Chef Juna juga akui dianya bersikukuh bertahan hidup dengan mengambil koin-koin yang jatuh di seputar supermarket dan tong sampah.

“Gue diajarin dari kecil jangan minjam uang. No money, ngorek sampah itu buat puntung rokok, rokok yang 1/2, di parkirkanan supermaket, sama (mungut) koin-koinan. Gue makan dari sen-sen-an itu,” tandas chef Juna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *