Timefor.tv

Porting Video Game adalah satu hal yang umum dilaksanakan oleh pihak developer game yang inginkan game mereka bisa dimainkan oleh beberapa platform. Ini umumnya berlangsung saat pengerjaan video game mempunyai kekurangan dalam pembikinannya untuk beberapa platform. Ini dapat berlangsung jika memakai bahasa pemrograman yang susah diterapkan dengan platform lain, selanjutnya sumber seperti grafis, environment yang berat, ini jadi rintangan buat developer tersebut, apa game yang dibikin bisa dimainkan oleh beberapa platform, atau mungkin dengan kata lain terjangkau oleh beberapa susunan warga tersebut.

Ide porting ini sendiri sama jauh dengan eksperimen beberapa komune gamer yang coba membuat game-game di PS2 serta PS3 sekalinya agar bisa dimainkan di computer. Perkembangan yang dikatakan misalnya seperti apa game itu dapat booting ke loading screen atau belum, ini adalah hal yang perlu pertama dilaksanakan. Selanjutnya apa grafis yang dipakai telah sesuai detail atau penyesuaian yang dibutuhkan telah optimal atau mungkin tidak. Porting video game bukan suatu hal yang gampang dilaksanakan, perkembangan yang dibutuhkan banyak juga dilaksanakan supaya game yang dimainkan sama seperti dimainkan di platform versi lain.

Penulis coba memberi 5 referensi perusahaan yang memberi layanan service itu buat developer berdasar dengan portofolio yang telah dikeluarkan oleh perusahaan itu. Pembaca pasti bisa pilih sendiri perusahaan mana yang kira-kira pas untuk lakukan porting video game yang dibikin oleh pembaca agar dimainkan di beberapa platform yang ada.

1. Blitworks

Blitworks telah mempunyai portofolio yang beberapa judulnya lumayan banyak kita mengenal, salah satunya Don’t Starve Together (2016), Don’t Starve Nintendo Switch Edition (2018), Soma (2015), Hob (2017), Amnesia Collection (2016), Gris (2018), Divinity: Orisinal Sin 2 (2017) serta yang lain.

2. DO Games

Penulis sedikit lihat game yang terlah diporting oleh DO Games. Beberapa judul itu ada salah satunya yang disebut

dari seorang indie developer yang pernah penulis ucap dalam artikel-artikel awalnya, yaitu The First Tree (2017).

3. Starloop Studios

Portofolio dari Starloop Studios yang lumayan menarik perhatian adalah All-Star Fruit Racing (2017) serta Overkill AR (2016). Tetapi, ke-2 judul ini adalah sejumlah kecil dari judul-judul yang pernah di port oleh studio ini.

4. Panic Button

Judul-judul yang pernah di porting oleh perusahaan ini ada dari Wolfenstein: Youngblood (2019),

Torchlight 2 (2012), Hob: The Definitive Edition (2019), Subnautica (2014), Warframe (2013), Rocket League (2015), Doom (2016) serta yang lain.

5. Midgar Studios

Midgar Studios meluncurkan cuma dua game yang telah diporting, yaitu Hover: Revolt of Gamers (2015) serta Edge of Eternity (2018). Walau cuma dua, game yang dibuat ini cukup diketahui oleh beberapa pembaca tentu saja.

Itu perusahaan-perusahaan yang memberi service porting satu video game yang menurut penulis mempunyai portofolio yang cukup diketahui. Pembaca bisa coba lihat portofolio yang lain yang dilaksanakan oleh studio mereka. Walau cuma ada 5 studio yang penulis sendiri katakan, masih ada perusahaan yang lain ikut juga memberi service itu.

Insurgency: Sandstorm jadi salah satunya game first-person-shooter pilihan banyak gamers PC yang bawa proses gameplay dan grafis yang memikat. Memperoleh banyak tanggapan positif, beberapa lalu si pengembang New World Interactive memberitahukan jika mereka akan segera meluncurkan game itu di Playstation 4. Tetapi, kelihatannya hal itu tidak terealisasi dalam tempo dekat.

Masalahnya barusan Embracer Grup yang sekarang mengakuisisi New World Interactive memberitahukan penangguhan launching game itu ke Playstation 4. Dikutip lewat Gamerant, launching Insurgency: Sandstorm ke Playstation 4 disebutkan masih butuh waktu untuk peningkatan lebih lanjut lagi supaya bisa teroptimisasi secara baik di Playstation 4.

Belum juga tahu perincian detil tentang hal apakah yang menghalangi launching game itu ke platform lain,
tetapi yang pasti hal itu membuat launching Insurgency: Sandstorm di platform selain PC kembali lagi
terlambat, dimana pada beberapa bulan kemarin si pengembang memberitahukan penangguhan launching game itu ke platform lain.

Lepas dari hal itu, Insurgency: Sandstorm sekarang ini sedang diperkirakan untuk ada di konsol
next-gen seperti Playstation 5 serta Xbox Series X di saat akan datang, serta peluang hal itu jadi salah
satunya alasan untuk tunda launching Insurgency: Sandstorm ke platform current-gen lain sekarang ini.

Sesudah banyak pernyataan seperti update – update, atau merayu beberapa gamer dengan memberi beberapa screenshot dari beberapa pemain beta tester, sampai mulai memaparkan beberapa third party mereka. Selain memberi banyak hal di atas, microsoft juga sekarang sudah buka step pre – order mereka lewat platform Steam serta Microsoft store, yang mana pemasaran mereka juga langsung melegit jadi salah satunya game yang memiliki gelar “Teratas Selling” pada platform Steam.

Sesudah merayu beberapa gamer dengan buka Pre – order serta memberi beberapa update, kesempatan ini Microsoft kelihatannya kembali lagi merayu beberapa gamer dengan mengupload satu video Trailer paling baru lewat kanal Xbox, pada trailer itu mereka memaparkan beberapa pesawat yang dapat dipakai pada Microsoft flight simulator nanti, selain pesawat juga mereka memaparkan beberapa Lapangan terbang seperti diantaranya yakni di Indonesia yakni di Papua. Video itu dapat kalian melihat berikut ini :

Pada video itu juga mereka tidak tanggung – tanggung memberi satu trailer dengan memakai

resolusi 4K, ditambah dengan detil cockpit pesawat yang benar-benar cantik serta mendalam,
seperti radar pada pesawat dan tombol yang ada pada cockpit pesawat.

Benar-benar cantik bukan ? Jika kalian ingin beli game microsoft flight simulator, kalian dapat lakukan pre – order
dari saat ini lewat Steam atau microsoft Store pada harga yang diawali pada Rp. 790.000 untuk versi standard, lalu untuk versi Deluxe akan dibanderol harga sejumlah Rp. 1.180.000, serta untuk versi premium akan dibandrol pada harga yang cukup fenomenal, yakni Rp. 1.580.000 Rupiah.

Nah, apa kalian tertarik untuk beli microsoft flight simulator ini ? Silakan catat pada kotak kometar yaa..

Hasil Pertandingan MPL Season 6: Sadis! Bigetron Alpha Habisi AURA Fire. Bigetron (BTR) Alpha sukses tundukkan AURA Fire di pada hari pertama minggu ke dua kompetisi eSports Mobile Legends Professional League (MPL) Season 6, Jumat (21/08/20).

Baru mulai game pertama, Bigetron sukses capai first kill lewat tindakan Renbo yang bunuh hero Kagura. BTR balik lagi menggila lewat war, tidak hanya sukses habisi empat hero AURA, Branz bahkan sukses ambil turtle, skor kill sekejap 5-1.

Bigetron Alpha Habisi AURA Fire

Waktu Bigetron menggempur hebat lane AURA Fire, mereka kecurian satu turret di bottom lane. Pembantaian berjalan di waktu Branz dan kawan-kawan balik lagi rebut tutle sampai memimpin dalam hal gold sekaligus juga level.

Tidak bertanya-tanya Bigetron meningkatkan koleksi kill mereka sampai memimpin 13-1, sukses lakukan wipe out, hebat lane AURA Fire langsung habis. Tidak butuh waktu lama gabungan baik Renbo, Kyy, dan Branz sukses juarai pertandingan pertama hanya dalam periode waktu sembilan menit.

Berekor ke game dua, club eSports dengan simbol Naga Merah balik lagi mendapatkan gempuran dari BTR, meski begitu mereka sukses curi first kill. Mengupayakan main dengan gerilya, Branz diserang getahnya di waktu dihabisi banyak roster AURA.

Laga alot balik lagi berjalan di waktu dua samping faksi punyai keseluruhnya kill sama adalah masing-masing tiga, walaupun sempat tertekan BTR sukses balikkan situasi di waktu lakoni war di hebat lane. Tidak hanya ketinggalan kill sekejap 8-4, empat turret dari AURA Fire perlu hancur.

Gempuran balik lagi berjalan di waktu semua roster Bigetron Alpha memperlancar serangan paling akhir sampai libas habis hebat lane. Tidak bertanya-tanya AURA Fire balik lagi perlu relah base dihancurkan dan tempat kill terpaut jauh.

Dibantai ke-2 kalinya di dua game berbeda, AURA lalu perlu tulus alami kekalahan lagi selesai hasil pahit di minggu pertama. Sesaat waktu itu Bigetron Alpha lanjutannnya sukses meningkatkan kemenangan ke dua mereka di pada hari pertama minggu ke dua MPL Season 6.

Vector versi M416: Mana yang Makin Baik di PUBG Mobile? PUBG Mobile hadirkan beberapa senjata, dengan barisan seperti senapan mesin gampang dan senapan serbu. SMG adalah senjata pertempuran jarak dekat dengan tingkat tembakan tinggi dan statistik kerusakan yang lumrah.

Senjata itu ialah pilihan yang lebih baik dibandingkan beberapa pemain di game PUBG Mobile menggunakan senjata seperti pistol. Walaupun begitu SMG sampai saat ini masih di bawah AR yang tetap memiliki tingkat kesempurnaan yang makin.

Senapan serbu adalah barisan senjata yang biasa digunakan di PUBG Mobile. Mereka efisien dan dapat diandalkan dalam jarak pendek dan menengah, tetapi bisa kerja dalam jarak jauh dengan permainan yang terampil.

Dari kedua type senjata itu, mana yang benar-benar terbaik waktu digunakan dalam game PUBG Mobile? Berikut keterangan mengenai perbandingan antara Vektor (SMG) versi M416 (AR):

Vektor:

Vector adalah senapan mesin gampang dengan kerusakan hit sebesar 31. Fitur penting dari senjata ini adalah gerakan tembakannya yang tinggi, yang berarti membutuhkan 0,055 detik antar peluru. Senjata ini menawarkan rekoil yang betul-betul rendah sampai dapat dihiraukan dalam jarak dekat, yang membuat mematikan. Senjata api ini terima beberapa kemelekatan, yang naikkan kekuatannya makin jauh.

Kerugian yang benar-benar mencolok dari Vector adalah ukuran magasin mempunyai rendah yang hanya memiliki 19 peluru amunisi 9mm. Walaupun ini dapat dinaikkan dengan memberi penambahan Mag QuickDraw, Vektor memberikan maksimal 33 putaran, yang mendekati titik awal untuk AR lainnya.

M416:

M416 salah satunya senjata yang paling banyak digunakan di PUBG Mobile. Itu ialah senjata yang benar-benar andal dan konsisten, tidak cuma di barisan AR tetapi untuk pilihan keseluruhnya.

Senjata ini menawarkan kerusakan hit 41 dan menggunakan amunisi 5,56 mm, dengan ukuran magasin 30 peluru. Ini memiliki tingkat kebakaran yang tinggi sekali, yang berarti peluru memakan waktu 0,0857 detik di antara setiap tembakan.

Ada sedikit kerugian pada M416. Tapi, jika kita ingin nitpick, AR ini rata-rata tanpa lampiran. Kekuatan sebenarnya dari senjata api ini adalah jika dilengkapi dengan attachment yang cocok.

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi bila Vector salah satunya SMG terbaik di PUBG Mobile. Tapi, M416 dengan attachment lengkap bisa melewati itu hampir di semua type senjata.

Ini memiliki makin banyak kerusakan, pola mundur yang mudah, dan magasin yang makin besar. Hal tersebut banyak digunakan dan diterima untuk raja AR karena konsistensi dan ketajamannya dalam melukai lawan.

AE Celiboy, Salah Satu Player ESports Termuda MPL Yang Kedepankan Pendidikan. Siapa omong jadi pro player eSports mesti meninggalkan dunia pendidikan? Satu diantaranya roster Alter Ego, Celiboy, sukses mematahkan argumen itu.

Eldin Rahadian Putra alias Celiboy lakoni debut di panggung MPL Indonesia season 4. Waktu ia masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Waktu itu, Celiboy pecahkan rekor buat pemain pro game eSports Mobile Legends termuda pada tempat MPL Indonesia, dan tak sejumlah pemain MPL dari Asia yang mengimbangi rekor spektakuler itu.

Melintasi karir di usia awal, Celiboy masih ada di dalam pengamatan orang tua. Yang mulainya sudah pernah risau bakal nasib pendidikan anak bungsu dari tiga saudara itu.

“Sesungguhnya sih berat, namun ya udah apabila itu yang kamu mau, tak apa-apa, namun bagaimana pendidikan, sekolah?” ujar Nurlaila, sang Ibu dari Eldin ‘Celiboy’.

“Ya sehabis Mamanya cerita, apabila memang kamu fokus di eSports, kamu tunjukin, kamu mempunyai kapabilitas, mempunyai keahlian,” timpal sang ayah, Sutarsono.

Untung, kegalauan orang tua Celiboy berhubungan masalah pendidikan kelanjutannnya tuntas. Pro player muda seperti Celiboy mendapat media homeschooling dari kubunya.

Founder kubu eSports Alter Ego, Delwyn Sukamto turut berikan media sama buat Celiboy yang harapan di ajang Mobile Legends, dan kerap disebut jadi The Miracle Boy.

“Cuma saya sebut, satu merupakan pendidikan. Terus jelas saja, saya bersyukur dan terima kasih atas bantuannya Koh Delwyn, hingga Eldin ini di Homeschooling,” tutup Sutarsono.

Terkecuali Eldin ‘Celiboy’ dari Alter Ego, sejumlah pro player Mobile Legends mengenyam bangku SMA, perumpamaannya EVOS Bajan, siswa SMAN 20 Surabaya yang promosi di MPL S5 tempo hari.

Dipublikasikan pada showcase Xbox Series X beberapa waktu yang lalu, Dirt 5 akan menawarkan pengalaman balap rally kualitas next-gen. Dengan game makin dekat sama tanggal launching, Codemaster sudah informasikan semacam apa detail PC yang diperlukan untuk lakukan game.

Menariknya adalah game paling baru ini cuma “naik sedikit” dari game Codemaster awalnya Dirt Rally 2, tetapi jaga-jaga kamu ingin ketahui lebih detail semacam apa hardare yang diisyaratkan, berikut detail PC dari Dirt 5:

MINIMUM:

  • Requires a 64-bit processor and operating sistem
  • OS: 64-Bit Windows 10 (18362)
  • Processor: Intel Core i3 2130 / AMD FX 4300
  • Memori: 8 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GTX 970 / AMD RX 480 (DirectX12 Graphics Card)
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection
  • Storage: 60 GB available space
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Additional Catatan: PC audio solution containing Dolby Atmos® required for Dolby Atmos playback.

RECOMMENDED:

  • Requires a 64-bit processor and operating sistem
  • OS: 64-Bit Windows 10 (18362)
  • Processor: Intel Core i5 9600K / AMD Ryzen 5 2600X
  • Memori: 16 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GTX 1070 Ti / AMD Vega 64 (DirectX12 Graphics Card)
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection
  • Storage: 60 GB available space
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Additional Catatan: PC audio solution containing Dolby Atmos® required for Dolby Atmos playback.

 

Dirt 5 akan dikeluarkan pada 16 Oktober akan datang. Game akan dikeluarkan untuk PS4, PS5, Xbox One serta Xbox Series X.

Gamenya bukan sama seperti yang disangka.
Sempat dirayu akan kedatangan seri Prince of Persia baru oleh Ubisoft pasti membuat banyak fans lawasnya mengucapkan syukur. Tetapi kelihatannya kamu harus pendam keinginanmu dalam-dalam jika game dengan judul Prince of Persia: The Dagger of Time akan ada seperti Assassin’s Creed dengan dunia open worldnya.

Ini sebab gamenya adalah game virtual reality escape yang akan ada di sejumlah daerah di Eropa. Ya, Prince of Persia: The Dagger of Time cuma hanya game yang persis sama dengan Assassin’s Creed: Beyond Medusa yang angkat gameplay serta tema yang tidak jauh dari ide lari dari satu tempat.

Dalam kata lain, kamu tidak akan peroleh game singleplayer mission dengan cerita serta tindakan epik, tetapi escape room. Ubisoft menerangkan jika kamu akan ada di dunia Prince of Persia yang mana kamu bisa mengatur waktu. Mulai lakukan slow motion, hentikan, serta kembalikan waktu ke waktu lampau.

Kamu akan ada dalam Fortress of Time atas keinginan Kaileena. Misimu ialah hentikan penyihir jahat. Di waktu itu juga Kaileena akan berimu Daggers of Time yang dapat memberimu kekuatan mengatur waktu.

Sama dengan Assassin’s Creed: Beyond Medusa, Prince of Persia: The Dagger of Time akan memerlukan pertolongan player lain untuk tuntaskan misinya. Ini sebab gamenya memang dibuat memakai misi yang ditujukan untuk co-op.

Cukup menyedihkan memang, tetapi akan lebih menyedihkan kembali lagi bila Ubisoft datangkan seri baru Splinter Cell dengan formula sama.

Apa Itu Dekonstruksi Dalam Video Game?

Menerangkan dekonstruksi dari pertama sampai akhir cukup susah, tetapi penulis akan berupaya menerangkan sesimpel kemungkinan. Dekontruksi di dunia entertainment (novel, komik, film, game) adalah cara untuk hilangkan cliché dengan mengganti konstanta atau ketentuan yang telah ada pada satu jenis, perkembangan konstanta berbeda dengan mengganti core gameplay atau menyatukan jenis semata-mata.


Perumpamaan

Contoh simpel: bubur ayam terbagi dalam bubur serta ayam, ini adalah konstanta, meningkatkan jamur, udang, roti, bawang serta topping yang lain tidak semata-mata mengganti fakta jika itu ialah bubur ayam itu, tetapi apa yang terjadi bila kita memakai beras merah atau serta nasi kuning untuk fundamen buburnya, berasa aneh kan? Bagaimanapun kita tidak dapat menyanggah jika itu (bubur ayam nasi merah/nasi kuning) ialah bubur ayam. Game seperti Borderland, The Seksion, atau The Kru tidak dapat dikatakan sebagai dekonstruksi sebab mereka cuma meningkatkan komponen, tetapi tidak mengganti konstanta jenis-nya. Di waktu dulu banyak game yang lakukan cara ini, tetapi supaya lebih akrab penulis akan memakai contoh yang lebih modern.


Contoh Dekonstruksi Dalam Dunia Game Modern

Contoh 1: Spec Ops The Line

Bila kalian mainkan game dengan jenis military shooter, anda akan mendapatkan formula atau sekuens yang kurang lebih semacam ini:

Konstanta ini dipakai nyaris di semua game military shooter modern, sebutlah saja Battlefield 3, 4, Hardline, CoD MW series, Homefront, Metro Last Light, MoH Warfighter, SOCOM serta ada banyak lagi. Pada tahun 2011, game namanya Spec Ops The Line berani mengganti konstanta itu lewat formula berikut:

Spec Ops mengganti ketentuan dimana perang yang biasanya diberikan dalam sudut pandang video game nampak istimewa serta heroik jadi suatu hal yang mengerikan serta membuat anda malas memainkannya, tentunya dalam kerangka yang positif. Pada dasarnya, Spec Ops tetaplah game tembak tembak, tetapi dengan perkembangan ini anda dapat dibikin malas menarik pelatuk serta berasa bingung serta ketakutan waktu ada di medan perang, tidak sama dengan konstanta yang diputuskan Modern Warfare 13 tahun lalu.


Contoh 2: Portal

Portal adalah contoh mencolok dari dekonstruksi, serta game ini mampu mendekonstruksi 2 main jenis sekaligus juga (FPS serta Puzzle), untuk lebih tuturnya silakan melihat perbandingan di antara game puzzle ‘normal’ dengan Portal series:

Dalam sudut pandang jenis puzzle, Portal dapat mengganti ketentuan atau formula yang ada di jenis puzzle lama seperti gambar di atas, sedang dari sudut pandang FPS, Portal dapat memperlihatkan jika game FPS tidak selama-lamanya mengenai membunuh serta menghancurkan tetapi dapat mengenai berpetualang serta membuat satu hal. Walau kental dengan faktor puzzle, Portal dengan cara tehnis tetaplah game FPS sebab ada masih ‘menembak’ suatu hal dengan portal gun.


Contoh Lain Game Yang Mendekonstruksi Jenis-nya

Bioshock ialah game yang sukses mendekonstruksi jenis FPS keseluruhannya,
dimana di waktu dulu FPS yang tetap terkait mengenai militer ‘diubah’ jadi suatu hal yang ‘lain’. Dari sisi story Bioshock bawa cerita mengenai ilmu dan pengetahuan,
filosofi, serta hal berat yang lain yang belum pernah ada di game FPS awalnya. Gameplay-nya juga lebih variasi sebab ada faktor RPG hingga anda mempunyai beberapa pilihan selain menembaki lawan sampai mati.

Selain jadi borderline di antara JRPG serta western RPG, Undertale lakukan beberapa hal untuk mendekontruksi jenisnya. Undertale dapat mengganti cerita yang terlihat seperti adventure-action simpel jadi cosmic horror yang menakutkan.
Gameplay yang diberikan juga ‘berbeda’, bukannya jadi turn based RPG simpel,
Undertale menyisipkan faktor bullet hell, platformer, serta dating sim dalam gameplay-nya yang tentunya bersatu secara baik pada keseluruhnya gamenya.

Stanley Parable ialah game yang membuat anda bingung sekaligus juga kagum dengan cerita yang ada di gamenya. Pada beberapa game kita mempunyai kontrol penuh untuk mengganti jalannya game, tetapi di Stanley Parable anda-lah yang dirubah oleh gamenya.

Lewat in-game narator, anda diharap untuk ikuti beberapa instruksi yang
bukan hanya tentukan jalannya permainan dan juga bagaimana anda memainkannya, menarik kan?

Simpulan

Dekonstruksi adalah cara pengembangan yang tidak gampang serta perlu
pertimbangan yang masak, tetapi pengaplikasiannya dapat bawa efek yang besar buat satu jenis. Seorang developer harus pahami luar-dalam satu jenis sebelum punya niat mengganti jenis itu,
seperti melempar kotak tanpa ada biarkan didalamnya amburadul.

Sekarang ini, dekontruksi jenis kemungkinan dibutuhkan supaya pengembangan game tidak statis serta bawa angin fresh baik buat player atau developer.

Apa kita akan segera lihat Titanfall 3?
Sebelum beberapa legend seperti Bloodhound, Pathfinder, Loba, Revenant, atau Caustic ada di Apex Legends, Respawn Entertainment kerjakan seri Titanfall sebagai fondasi dunianya. Sayang, game wall-runner x vehicular combat x shooter itu tidak peroleh ketenaran yang sama juga dengan Call of Duty walau diracik oleh pecahan team Infinity Ward, developer penting serinya. Perihal ini pula peluang yang membuat mereka urungkan kemauan untuk lakukan sekuel Titanfall 2. Tetapi, kelihatannya tidak sampai sesaat kelak.

Waktu pertemuan laporan keuangannya (lewat Dexerto), CFO Electronic Arts, Blake Jorgensen menjelaskan jika pemerolehan Respawn Entertainment sebesar kurang lebih $300 juta bukan satu harga yang tinggi dibandingkan dengan yang tengah mereka lakukan. Jorgensen meneruskan jika mereka sudah beri dukungan mengagumkan pada teamnya. Jika mereka miliki bakat yang mengagumkan.

Menariknya, dia selanjutnya goda akan kehadiran sekuel Titanfall 2. Jorgensen mengatakan jika peluang kita akan peroleh info baru mengenai Titanfall dalam beberapa saat ke depan. Satu hal yang benar-benar bertentangan, mengingat Respawn akui jika mereka tidak tengah lakukan iterasi terbaru dari gamenya.

Walau hal itu dapat jadi satu contoh, tetapi peluang hal itu jadi fakta bisa berlangsung. Ini sebab bila Titanfall 3 betul-betul riil, karena itu dia bisa menerangkan cerita Apex Legends dengan lebih detail. Tentu saja mengingat beberapa karakter iterasi kedua-duanya seperti Blisk, jadi salah satunya sisi penting dari game battle royale hero shooter itu.

Titanfall 2 sekarang ini bisa dimainkan di PC, PlayStation 4, serta Xbox One. Gamenya barusan masuk ke barisan game EA di Steam serta jadi salah satunya game yang sangat ramai dimainkan dibandingkan Battlefield. Buat kamu fans Apex Legends, tentu saja kamu harus memainkannya terlebih dulu. Ini sebab ke-2 game itu miliki dunia yang sama-sama terkait keduanya. Minimal dalam sisi background.