Scarlet Nexus jadi game brainpunk pertama di dunia.
Semenjak pertamakali diperkenalkan, Scarlet Nexus menarik banyak pencinta JRPG di penjuru dunia. Ada satu tanda pertanyaan besar mengenai apakah yang akan ditawarkan oleh Bandai Namco dalam IP terbarunya itu. Tentu saja ini sebab gamenya sendiri dipublikasikan untuk seri untuk console next-gen.

Mujur, kami berpeluang untuk memperoleh infonya terlebih dulu lewat undangan Bandai Namco melalui presentasi onlinenya. Video berdurasi seputar 43 menit itu undang tiga inisiator penting Scarlet Nexus: Produser Keita Iizuka, Sutradara Kenji Anabuki, serta Art Director Kouta Ochiai.

Mereka bertiga memberi detail info yang beberapa sempat dipublikasikan di web resminya. Tentu saja lengkap dengan penampilan gameplay pertamanya yang diamankan lewat Xbox Series X.

Peningkatan Scarlet Nexus disebut sudah diawali seputar lima tahun yang lalu. Iizuka serta Anabuki diharap oleh Bandai Namco untuk kerjakan suatu hal yang baru serta tidak sama. Mereka selanjutnya membuat satu team yang dipresentasikan pada Bandai Namco. Ochiai yang akui jika project itu langsung diterima oleh Bandai Namco yang selanjutnya diteruskan dalam step peningkatan.

Berikut detail yang sukses kami kumpulkan lewat beberapa point penting dalam presentasinya:

  • Scarlet Nexus miliki dua ide: “Scarlet” yang bermakna merah, serta “Nexus” yang bermakna jalinan. Atas fundamen ide jalinan manusia dengan garis berwarna merah yang ditransisikan dalam gameplaynya dimana karakter penting dapat pinjam kekuatan setiap karakter yang lain lewat kabel yang tertancap di punggungnya.
  • Garis merah di Jepang miliki banyak makna, Ochiai menerangkan jika mereka ingin garis merah itu representasikan karakter yang sama-sama terkait keduanya.
  • Ide jenis “Brainpunk” jadi tema penting dalam gamenya. Dimana otak bisa menjadi sorotan penting. Beberapa ciri-khasnya sendiri miliki kemampuan spesial yang ada dari otak. Gamenya bersetting di kota dengan tehnologi super hebat yang semua tehnologinya dapat dikontrol dengan otak. Kota ini dibuat ala masa tahun 90-an di Jepang. Mereka menyatukannya untuk lahirkan ide baru “Brainpunk” yang pertama di dunia.
  • Anabuki terangkan jika “Punk” sebuah ide dimana ada perlawanan dalam satu kehidupan sosial atau minoritas. Ochiai memberikan tambahan jika ide “Brainpunk” lebih pada konsentrasi gamenya pada kekuatan otak.
  • Dunia Scarlet Nexus dibuat dimana manusia sudah mendapatkan satu zat di otak yang ditingkatkan jadi satu peradaban maju.
  • New Himuka jadi seting penting gamenya. Satu negara yang terdiri dari kota besar seperti Seiran atau Suoh. Semua tehnologinya tersambung dalam satu sistem jaringan namanya “Psynet” yang dikontrol dengan otak. Buat orang-orang dapat mengatur apa saja dengan otak.

detail yang sukses kami kumpulkan lewat beberapa point penting dalam presentasinya:

  • Beberapa servis seperti infrastruktur serta kesehatan dapat dibuka memakai otak.
  • Ochiai ingin gamer memandang semua tehnologi dalam gamenya jadi satu tehnologi yang ada sekarang ini tetapi dengan sedikit kenaikan. Bukan tehnologi yang benar-benar hebat.
  • Dunia Scarlet Nexus refleksikan apakah yang berlangsung di dunia riil sekarang ini. Apa dunia yang tersambung dengan media sosial itu termasuk juga dunia yang baik.
  • Ochiai memperjelas lewat satu kalimat sederhana jika biasanya manusia sendirian karena itu dia akan berasa kesepian, lantas bagaimana bila manusia sama-sama tersambung? Apa dia tidak lagi sendirian? Satu ide menarik yang akan player menghadapi dalam gamenya. Seakan memaksakan player untuk memikir apa makna dari kesendirian serta jalinan keduanya sambil mainkan Scarlet Nexus.
  • Player akan mainkan Yuito Sumeragi, anggota baru OSF (Other Suppression Force), satu pasukan yang dibuat untuk tumpas The Others yang bersemayam di New Himuka.
  • Dalam ceritanya kelak, Yuito akan menanyakan apa OSF baik atau mungkin tidak, mengingat semua otak manusia terpadu keduanya.
  • Ketetapan Yuito masuk untuk anggota OSF akan menyingkap misteri New Himuka lebih dalam. Semua lepas dari nama keluarga besar Sumeragi yang punyai peran besar dalam membuat negara berteknologi hebat itu. Dimana Yakumo Sumeragi, leluhur Yuito membuat New Himuka 2000 tahun yang lalu, Ketetapan itu lepaskan Yuito menjadi Birokrat atau Politisi yang telah jadi takdirnya semenjak dia lahir.

detail yang sukses kami kumpulkan lewat beberapa point penting dalam presentasinya:

  • Design karakter Yuito sebetulnya terdiam pada dua ide yang lain menurut Ochiai. Dimana dia ingin player masih merasai jika Yuito adalah tokoh penting yang bagus, tetapi di lain sisi Ochiai ingin semua design pakaian bergaris merah atau hood yang dia gunakan dapat juga betul-betul dikenai di dunia riil. Membuat bajunya cukup logis bila dikenai. Selain ia ide design itu, Ochiai terangkan jika perkembangan bentuk Yuito dari yang tidak paham apa-apa jadi tahu segala hal salah satu representasi visual yang dirasa tokoh penting Scarlet Nexus
  • Lawan penting game ini ialah The Others. Beberapa kumpulan makhluk tidak diketahui yang turun dari langit untuk mengonsumsi otak manusia. Dia tidak miliki kesadaran apa saja seperti zombie.
  • The Others adalah kejadian seperti musibah alam. Mereka jatuh dari beberapa kumpulan kabut namanya Extinction Belt. Manusia miliki tehnologi untuk memprediksinya seperti perkiraan cuaca, mereka dapat tahu kapan serta di jam apa The Others akan turun. Membuat mereka dapat menyiapkan diri saat musibah itu berlangsung.
  • Iizuka tekankan jika manusia sudah pelajari bagaimanakah cara mencegah The Others. Oleh karena itu normal jika rakyat New Himuka tidak hidup dalam ketakutan.
  • New Himuka tetap direpresentasikan dengan satu keasingan. Oleh karena itu Ochiai ingin mendesain The Others dengan bentuk yang asing juga. Dia selanjutnya mendapatkan artist indie namanya Masakazu Yamashiro yang karyanya sesuai imajinasi Ochiai. Walau Yamashiro tidak pernah kerjakan project video game awalnya, tetapi Bandai Namco selanjutnya mempekerjakannya untuk desainer monsternya.
  • Design The Others pada intinya ialah kombinasi di antara komponen nyeleneh dengan benda yang berada di kehidupan setiap hari. Serta semua design itu akan sama-sama terkait dengan latar belakang dunianya.

detail yang sukses kami kumpulkan lewat beberapa point penting dalam presentasinya:

  • Anabuki akui jika sebelum mereka memakai Yamashiro, Ochiai berunding terlebih dulu dengannya. Anabuki awalannya cukup skeptis jika Bandai Namco tidak sepakat dengan karya Yamashiro walau dia sendiri sudah lihat potensinya. Tetapi saat dia serta teamnya menunjukkan karya Yamashiro ke Bandai Namco, mereka langsung menyepakatinya.
  • The Others miliki ide yang demikian dalam, dimana dia angkat estetika “asing” yang diangkat Scarlet Nexus. Bentuknya representasikan “keelokan” serta “kematian”. “Memvisualisasikan kematian dengan indah” serta “Mengekspresikan keelokan dalam suatu hal yang ekstrim” jadi dua kalimat yang dapat representasikan filosofi dibalik bentuknya. Mereka mengharap player dapat mendapatkan suatu hal yang baru waktu berperang menantang The Others.
  • Anabuki terangkan jika salah satunya daya tarik Scarlet Nexus ialah battlenya yang satukan di antara kemampuan psikokinetik dengan pedang yang dibawa Yuito.
  • Bandai Namco bidik Scarlet Nexus untuk ada pada 30fps di PS4 serta Xbox One dengan resolusi full HD 1080p. Sesaat di PS5 serta Xbox Series X mereka bidik resolusi 4K serta 60fps. Versi PC-nya akan junjung resolusi 4K 60fps bila hardwarenya memberikan dukungan.

Telusuri Dunia Game Brainpunk Pertama Di Dunia, Scarlet Nexus

Sesaat diakhir presentasi, kami disuguhi dengan gameplay yang cukup sederhana tetapi benar-benar menarik waktu eksekusinya. Dimana Yuito akan miliki PK Gauge untuk sumber daya kemampuan psikokinetiknya. Lewat kemampuan itu dia dapat lemparkan objek seperti puing-puing serta batu untuk menggempur lawan dari jarak jauh. Yuito dapat juga gabungkan gempuran itu dengan sabetan pedangnya.

Sama dengan game action JRPG lain, Yuito akan dapat melonjak, mememperlancar gempuran udara, sampai hindari gempuran lawan.

Tiap gempuran yang masuk akan miliki damage yang berlipat. Meredam tombol lempar akan beri pilihan penambahan lemparan yang lebih kuat tetapi kuras PK Gauge lebih banyak. Tiap gempuran psikokinetik itu akan beri dampak stun sesaat untuk tiap lawan yang terserang serangannya.

Sesaat battle bossnya lebih mengutamakan pada ketetapan taktiks. Dimana Yuito akan dapat pilih beberapa objek spesifik yang dibuangkan pada boss. Dalam pertempurannya, Yuito akan ditemani oleh beberapa karakter. Dalam demonstrasi yang dipertunjukkan pada kami, dia dibantu oleh dengan kemampuan Pyrokinetiknya.

Semua tindakan skill akan miliki cooldown tertentu, dimana player akan merasai terlambat sesaat sebelum memakainya kembali lagi. Hanabi akan dapat membuat gempuran Yuito miliki komponen api dengan dampak “burn” dengan damage over timenya.

Bagaimana denganmu? Apa kamu tertarik sesudah segelintir dari battle menantang boss serta idenya dipertunjukkan?

Porting Video Game adalah satu hal yang umum dilaksanakan oleh pihak developer game yang inginkan game mereka bisa dimainkan oleh beberapa platform. Ini umumnya berlangsung saat pengerjaan video game mempunyai kekurangan dalam pembikinannya untuk beberapa platform. Ini dapat berlangsung jika memakai bahasa pemrograman yang susah diterapkan dengan platform lain, selanjutnya sumber seperti grafis, environment yang berat, ini jadi rintangan buat developer tersebut, apa game yang dibikin bisa dimainkan oleh beberapa platform, atau mungkin dengan kata lain terjangkau oleh beberapa susunan warga tersebut.

Ide porting ini sendiri sama jauh dengan eksperimen beberapa komune gamer yang coba membuat game-game di PS2 serta PS3 sekalinya agar bisa dimainkan di computer. Perkembangan yang dikatakan misalnya seperti apa game itu dapat booting ke loading screen atau belum, ini adalah hal yang perlu pertama dilaksanakan. Selanjutnya apa grafis yang dipakai telah sesuai detail atau penyesuaian yang dibutuhkan telah optimal atau mungkin tidak. Porting video game bukan suatu hal yang gampang dilaksanakan, perkembangan yang dibutuhkan banyak juga dilaksanakan supaya game yang dimainkan sama seperti dimainkan di platform versi lain.

Penulis coba memberi 5 referensi perusahaan yang memberi layanan service itu buat developer berdasar dengan portofolio yang telah dikeluarkan oleh perusahaan itu. Pembaca pasti bisa pilih sendiri perusahaan mana yang kira-kira pas untuk lakukan porting video game yang dibikin oleh pembaca agar dimainkan di beberapa platform yang ada.

1. Blitworks

Blitworks telah mempunyai portofolio yang beberapa judulnya lumayan banyak kita mengenal, salah satunya Don’t Starve Together (2016), Don’t Starve Nintendo Switch Edition (2018), Soma (2015), Hob (2017), Amnesia Collection (2016), Gris (2018), Divinity: Orisinal Sin 2 (2017) serta yang lain.

2. DO Games

Penulis sedikit lihat game yang terlah diporting oleh DO Games. Beberapa judul itu ada salah satunya yang disebut

dari seorang indie developer yang pernah penulis ucap dalam artikel-artikel awalnya, yaitu The First Tree (2017).

3. Starloop Studios

Portofolio dari Starloop Studios yang lumayan menarik perhatian adalah All-Star Fruit Racing (2017) serta Overkill AR (2016). Tetapi, ke-2 judul ini adalah sejumlah kecil dari judul-judul yang pernah di port oleh studio ini.

4. Panic Button

Judul-judul yang pernah di porting oleh perusahaan ini ada dari Wolfenstein: Youngblood (2019),

Torchlight 2 (2012), Hob: The Definitive Edition (2019), Subnautica (2014), Warframe (2013), Rocket League (2015), Doom (2016) serta yang lain.

5. Midgar Studios

Midgar Studios meluncurkan cuma dua game yang telah diporting, yaitu Hover: Revolt of Gamers (2015) serta Edge of Eternity (2018). Walau cuma dua, game yang dibuat ini cukup diketahui oleh beberapa pembaca tentu saja.

Itu perusahaan-perusahaan yang memberi service porting satu video game yang menurut penulis mempunyai portofolio yang cukup diketahui. Pembaca bisa coba lihat portofolio yang lain yang dilaksanakan oleh studio mereka. Walau cuma ada 5 studio yang penulis sendiri katakan, masih ada perusahaan yang lain ikut juga memberi service itu.

Insurgency: Sandstorm jadi salah satunya game first-person-shooter pilihan banyak gamers PC yang bawa proses gameplay dan grafis yang memikat. Memperoleh banyak tanggapan positif, beberapa lalu si pengembang New World Interactive memberitahukan jika mereka akan segera meluncurkan game itu di Playstation 4. Tetapi, kelihatannya hal itu tidak terealisasi dalam tempo dekat.

Masalahnya barusan Embracer Grup yang sekarang mengakuisisi New World Interactive memberitahukan penangguhan launching game itu ke Playstation 4. Dikutip lewat Gamerant, launching Insurgency: Sandstorm ke Playstation 4 disebutkan masih butuh waktu untuk peningkatan lebih lanjut lagi supaya bisa teroptimisasi secara baik di Playstation 4.

Belum juga tahu perincian detil tentang hal apakah yang menghalangi launching game itu ke platform lain,
tetapi yang pasti hal itu membuat launching Insurgency: Sandstorm di platform selain PC kembali lagi
terlambat, dimana pada beberapa bulan kemarin si pengembang memberitahukan penangguhan launching game itu ke platform lain.

Lepas dari hal itu, Insurgency: Sandstorm sekarang ini sedang diperkirakan untuk ada di konsol
next-gen seperti Playstation 5 serta Xbox Series X di saat akan datang, serta peluang hal itu jadi salah
satunya alasan untuk tunda launching Insurgency: Sandstorm ke platform current-gen lain sekarang ini.

Sesudah banyak pernyataan seperti update – update, atau merayu beberapa gamer dengan memberi beberapa screenshot dari beberapa pemain beta tester, sampai mulai memaparkan beberapa third party mereka. Selain memberi banyak hal di atas, microsoft juga sekarang sudah buka step pre – order mereka lewat platform Steam serta Microsoft store, yang mana pemasaran mereka juga langsung melegit jadi salah satunya game yang memiliki gelar “Teratas Selling” pada platform Steam.

Sesudah merayu beberapa gamer dengan buka Pre – order serta memberi beberapa update, kesempatan ini Microsoft kelihatannya kembali lagi merayu beberapa gamer dengan mengupload satu video Trailer paling baru lewat kanal Xbox, pada trailer itu mereka memaparkan beberapa pesawat yang dapat dipakai pada Microsoft flight simulator nanti, selain pesawat juga mereka memaparkan beberapa Lapangan terbang seperti diantaranya yakni di Indonesia yakni di Papua. Video itu dapat kalian melihat berikut ini :

Pada video itu juga mereka tidak tanggung – tanggung memberi satu trailer dengan memakai

resolusi 4K, ditambah dengan detil cockpit pesawat yang benar-benar cantik serta mendalam,
seperti radar pada pesawat dan tombol yang ada pada cockpit pesawat.

Benar-benar cantik bukan ? Jika kalian ingin beli game microsoft flight simulator, kalian dapat lakukan pre – order
dari saat ini lewat Steam atau microsoft Store pada harga yang diawali pada Rp. 790.000 untuk versi standard, lalu untuk versi Deluxe akan dibanderol harga sejumlah Rp. 1.180.000, serta untuk versi premium akan dibandrol pada harga yang cukup fenomenal, yakni Rp. 1.580.000 Rupiah.

Nah, apa kalian tertarik untuk beli microsoft flight simulator ini ? Silakan catat pada kotak kometar yaa..

Hasil Pertandingan MPL Season 6: Sadis! Bigetron Alpha Habisi AURA Fire. Bigetron (BTR) Alpha sukses tundukkan AURA Fire di pada hari pertama minggu ke dua kompetisi eSports Mobile Legends Professional League (MPL) Season 6, Jumat (21/08/20).

Baru mulai game pertama, Bigetron sukses capai first kill lewat tindakan Renbo yang bunuh hero Kagura. BTR balik lagi menggila lewat war, tidak hanya sukses habisi empat hero AURA, Branz bahkan sukses ambil turtle, skor kill sekejap 5-1.

Bigetron Alpha Habisi AURA Fire

Waktu Bigetron menggempur hebat lane AURA Fire, mereka kecurian satu turret di bottom lane. Pembantaian berjalan di waktu Branz dan kawan-kawan balik lagi rebut tutle sampai memimpin dalam hal gold sekaligus juga level.

Tidak bertanya-tanya Bigetron meningkatkan koleksi kill mereka sampai memimpin 13-1, sukses lakukan wipe out, hebat lane AURA Fire langsung habis. Tidak butuh waktu lama gabungan baik Renbo, Kyy, dan Branz sukses juarai pertandingan pertama hanya dalam periode waktu sembilan menit.

Berekor ke game dua, club eSports dengan simbol Naga Merah balik lagi mendapatkan gempuran dari BTR, meski begitu mereka sukses curi first kill. Mengupayakan main dengan gerilya, Branz diserang getahnya di waktu dihabisi banyak roster AURA.

Laga alot balik lagi berjalan di waktu dua samping faksi punyai keseluruhnya kill sama adalah masing-masing tiga, walaupun sempat tertekan BTR sukses balikkan situasi di waktu lakoni war di hebat lane. Tidak hanya ketinggalan kill sekejap 8-4, empat turret dari AURA Fire perlu hancur.

Gempuran balik lagi berjalan di waktu semua roster Bigetron Alpha memperlancar serangan paling akhir sampai libas habis hebat lane. Tidak bertanya-tanya AURA Fire balik lagi perlu relah base dihancurkan dan tempat kill terpaut jauh.

Dibantai ke-2 kalinya di dua game berbeda, AURA lalu perlu tulus alami kekalahan lagi selesai hasil pahit di minggu pertama. Sesaat waktu itu Bigetron Alpha lanjutannnya sukses meningkatkan kemenangan ke dua mereka di pada hari pertama minggu ke dua MPL Season 6.

Vector versi M416: Mana yang Makin Baik di PUBG Mobile? PUBG Mobile hadirkan beberapa senjata, dengan barisan seperti senapan mesin gampang dan senapan serbu. SMG adalah senjata pertempuran jarak dekat dengan tingkat tembakan tinggi dan statistik kerusakan yang lumrah.

Senjata itu ialah pilihan yang lebih baik dibandingkan beberapa pemain di game PUBG Mobile menggunakan senjata seperti pistol. Walaupun begitu SMG sampai saat ini masih di bawah AR yang tetap memiliki tingkat kesempurnaan yang makin.

Senapan serbu adalah barisan senjata yang biasa digunakan di PUBG Mobile. Mereka efisien dan dapat diandalkan dalam jarak pendek dan menengah, tetapi bisa kerja dalam jarak jauh dengan permainan yang terampil.

Dari kedua type senjata itu, mana yang benar-benar terbaik waktu digunakan dalam game PUBG Mobile? Berikut keterangan mengenai perbandingan antara Vektor (SMG) versi M416 (AR):

Vektor:

Vector adalah senapan mesin gampang dengan kerusakan hit sebesar 31. Fitur penting dari senjata ini adalah gerakan tembakannya yang tinggi, yang berarti membutuhkan 0,055 detik antar peluru. Senjata ini menawarkan rekoil yang betul-betul rendah sampai dapat dihiraukan dalam jarak dekat, yang membuat mematikan. Senjata api ini terima beberapa kemelekatan, yang naikkan kekuatannya makin jauh.

Kerugian yang benar-benar mencolok dari Vector adalah ukuran magasin mempunyai rendah yang hanya memiliki 19 peluru amunisi 9mm. Walaupun ini dapat dinaikkan dengan memberi penambahan Mag QuickDraw, Vektor memberikan maksimal 33 putaran, yang mendekati titik awal untuk AR lainnya.

M416:

M416 salah satunya senjata yang paling banyak digunakan di PUBG Mobile. Itu ialah senjata yang benar-benar andal dan konsisten, tidak cuma di barisan AR tetapi untuk pilihan keseluruhnya.

Senjata ini menawarkan kerusakan hit 41 dan menggunakan amunisi 5,56 mm, dengan ukuran magasin 30 peluru. Ini memiliki tingkat kebakaran yang tinggi sekali, yang berarti peluru memakan waktu 0,0857 detik di antara setiap tembakan.

Ada sedikit kerugian pada M416. Tapi, jika kita ingin nitpick, AR ini rata-rata tanpa lampiran. Kekuatan sebenarnya dari senjata api ini adalah jika dilengkapi dengan attachment yang cocok.

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi bila Vector salah satunya SMG terbaik di PUBG Mobile. Tapi, M416 dengan attachment lengkap bisa melewati itu hampir di semua type senjata.

Ini memiliki makin banyak kerusakan, pola mundur yang mudah, dan magasin yang makin besar. Hal tersebut banyak digunakan dan diterima untuk raja AR karena konsistensi dan ketajamannya dalam melukai lawan.

AE Celiboy, Salah Satu Player ESports Termuda MPL Yang Kedepankan Pendidikan. Siapa omong jadi pro player eSports mesti meninggalkan dunia pendidikan? Satu diantaranya roster Alter Ego, Celiboy, sukses mematahkan argumen itu.

Eldin Rahadian Putra alias Celiboy lakoni debut di panggung MPL Indonesia season 4. Waktu ia masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Waktu itu, Celiboy pecahkan rekor buat pemain pro game eSports Mobile Legends termuda pada tempat MPL Indonesia, dan tak sejumlah pemain MPL dari Asia yang mengimbangi rekor spektakuler itu.

Melintasi karir di usia awal, Celiboy masih ada di dalam pengamatan orang tua. Yang mulainya sudah pernah risau bakal nasib pendidikan anak bungsu dari tiga saudara itu.

“Sesungguhnya sih berat, namun ya udah apabila itu yang kamu mau, tak apa-apa, namun bagaimana pendidikan, sekolah?” ujar Nurlaila, sang Ibu dari Eldin ‘Celiboy’.

“Ya sehabis Mamanya cerita, apabila memang kamu fokus di eSports, kamu tunjukin, kamu mempunyai kapabilitas, mempunyai keahlian,” timpal sang ayah, Sutarsono.

Untung, kegalauan orang tua Celiboy berhubungan masalah pendidikan kelanjutannnya tuntas. Pro player muda seperti Celiboy mendapat media homeschooling dari kubunya.

Founder kubu eSports Alter Ego, Delwyn Sukamto turut berikan media sama buat Celiboy yang harapan di ajang Mobile Legends, dan kerap disebut jadi The Miracle Boy.

“Cuma saya sebut, satu merupakan pendidikan. Terus jelas saja, saya bersyukur dan terima kasih atas bantuannya Koh Delwyn, hingga Eldin ini di Homeschooling,” tutup Sutarsono.

Terkecuali Eldin ‘Celiboy’ dari Alter Ego, sejumlah pro player Mobile Legends mengenyam bangku SMA, perumpamaannya EVOS Bajan, siswa SMAN 20 Surabaya yang promosi di MPL S5 tempo hari.

Dipublikasikan pada showcase Xbox Series X beberapa waktu yang lalu, Dirt 5 akan menawarkan pengalaman balap rally kualitas next-gen. Dengan game makin dekat sama tanggal launching, Codemaster sudah informasikan semacam apa detail PC yang diperlukan untuk lakukan game.

Menariknya adalah game paling baru ini cuma “naik sedikit” dari game Codemaster awalnya Dirt Rally 2, tetapi jaga-jaga kamu ingin ketahui lebih detail semacam apa hardare yang diisyaratkan, berikut detail PC dari Dirt 5:

MINIMUM:

  • Requires a 64-bit processor and operating sistem
  • OS: 64-Bit Windows 10 (18362)
  • Processor: Intel Core i3 2130 / AMD FX 4300
  • Memori: 8 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GTX 970 / AMD RX 480 (DirectX12 Graphics Card)
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection
  • Storage: 60 GB available space
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Additional Catatan: PC audio solution containing Dolby Atmos® required for Dolby Atmos playback.

RECOMMENDED:

  • Requires a 64-bit processor and operating sistem
  • OS: 64-Bit Windows 10 (18362)
  • Processor: Intel Core i5 9600K / AMD Ryzen 5 2600X
  • Memori: 16 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GTX 1070 Ti / AMD Vega 64 (DirectX12 Graphics Card)
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection
  • Storage: 60 GB available space
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Additional Catatan: PC audio solution containing Dolby Atmos® required for Dolby Atmos playback.

 

Dirt 5 akan dikeluarkan pada 16 Oktober akan datang. Game akan dikeluarkan untuk PS4, PS5, Xbox One serta Xbox Series X.

Gamenya bukan sama seperti yang disangka.
Sempat dirayu akan kedatangan seri Prince of Persia baru oleh Ubisoft pasti membuat banyak fans lawasnya mengucapkan syukur. Tetapi kelihatannya kamu harus pendam keinginanmu dalam-dalam jika game dengan judul Prince of Persia: The Dagger of Time akan ada seperti Assassin’s Creed dengan dunia open worldnya.

Ini sebab gamenya adalah game virtual reality escape yang akan ada di sejumlah daerah di Eropa. Ya, Prince of Persia: The Dagger of Time cuma hanya game yang persis sama dengan Assassin’s Creed: Beyond Medusa yang angkat gameplay serta tema yang tidak jauh dari ide lari dari satu tempat.

Dalam kata lain, kamu tidak akan peroleh game singleplayer mission dengan cerita serta tindakan epik, tetapi escape room. Ubisoft menerangkan jika kamu akan ada di dunia Prince of Persia yang mana kamu bisa mengatur waktu. Mulai lakukan slow motion, hentikan, serta kembalikan waktu ke waktu lampau.

Kamu akan ada dalam Fortress of Time atas keinginan Kaileena. Misimu ialah hentikan penyihir jahat. Di waktu itu juga Kaileena akan berimu Daggers of Time yang dapat memberimu kekuatan mengatur waktu.

Sama dengan Assassin’s Creed: Beyond Medusa, Prince of Persia: The Dagger of Time akan memerlukan pertolongan player lain untuk tuntaskan misinya. Ini sebab gamenya memang dibuat memakai misi yang ditujukan untuk co-op.

Cukup menyedihkan memang, tetapi akan lebih menyedihkan kembali lagi bila Ubisoft datangkan seri baru Splinter Cell dengan formula sama.

Apa Itu Dekonstruksi Dalam Video Game?

Menerangkan dekonstruksi dari pertama sampai akhir cukup susah, tetapi penulis akan berupaya menerangkan sesimpel kemungkinan. Dekontruksi di dunia entertainment (novel, komik, film, game) adalah cara untuk hilangkan cliché dengan mengganti konstanta atau ketentuan yang telah ada pada satu jenis, perkembangan konstanta berbeda dengan mengganti core gameplay atau menyatukan jenis semata-mata.


Perumpamaan

Contoh simpel: bubur ayam terbagi dalam bubur serta ayam, ini adalah konstanta, meningkatkan jamur, udang, roti, bawang serta topping yang lain tidak semata-mata mengganti fakta jika itu ialah bubur ayam itu, tetapi apa yang terjadi bila kita memakai beras merah atau serta nasi kuning untuk fundamen buburnya, berasa aneh kan? Bagaimanapun kita tidak dapat menyanggah jika itu (bubur ayam nasi merah/nasi kuning) ialah bubur ayam. Game seperti Borderland, The Seksion, atau The Kru tidak dapat dikatakan sebagai dekonstruksi sebab mereka cuma meningkatkan komponen, tetapi tidak mengganti konstanta jenis-nya. Di waktu dulu banyak game yang lakukan cara ini, tetapi supaya lebih akrab penulis akan memakai contoh yang lebih modern.


Contoh Dekonstruksi Dalam Dunia Game Modern

Contoh 1: Spec Ops The Line

Bila kalian mainkan game dengan jenis military shooter, anda akan mendapatkan formula atau sekuens yang kurang lebih semacam ini:

Konstanta ini dipakai nyaris di semua game military shooter modern, sebutlah saja Battlefield 3, 4, Hardline, CoD MW series, Homefront, Metro Last Light, MoH Warfighter, SOCOM serta ada banyak lagi. Pada tahun 2011, game namanya Spec Ops The Line berani mengganti konstanta itu lewat formula berikut:

Spec Ops mengganti ketentuan dimana perang yang biasanya diberikan dalam sudut pandang video game nampak istimewa serta heroik jadi suatu hal yang mengerikan serta membuat anda malas memainkannya, tentunya dalam kerangka yang positif. Pada dasarnya, Spec Ops tetaplah game tembak tembak, tetapi dengan perkembangan ini anda dapat dibikin malas menarik pelatuk serta berasa bingung serta ketakutan waktu ada di medan perang, tidak sama dengan konstanta yang diputuskan Modern Warfare 13 tahun lalu.


Contoh 2: Portal

Portal adalah contoh mencolok dari dekonstruksi, serta game ini mampu mendekonstruksi 2 main jenis sekaligus juga (FPS serta Puzzle), untuk lebih tuturnya silakan melihat perbandingan di antara game puzzle ‘normal’ dengan Portal series:

Dalam sudut pandang jenis puzzle, Portal dapat mengganti ketentuan atau formula yang ada di jenis puzzle lama seperti gambar di atas, sedang dari sudut pandang FPS, Portal dapat memperlihatkan jika game FPS tidak selama-lamanya mengenai membunuh serta menghancurkan tetapi dapat mengenai berpetualang serta membuat satu hal. Walau kental dengan faktor puzzle, Portal dengan cara tehnis tetaplah game FPS sebab ada masih ‘menembak’ suatu hal dengan portal gun.


Contoh Lain Game Yang Mendekonstruksi Jenis-nya

Bioshock ialah game yang sukses mendekonstruksi jenis FPS keseluruhannya,
dimana di waktu dulu FPS yang tetap terkait mengenai militer ‘diubah’ jadi suatu hal yang ‘lain’. Dari sisi story Bioshock bawa cerita mengenai ilmu dan pengetahuan,
filosofi, serta hal berat yang lain yang belum pernah ada di game FPS awalnya. Gameplay-nya juga lebih variasi sebab ada faktor RPG hingga anda mempunyai beberapa pilihan selain menembaki lawan sampai mati.

Selain jadi borderline di antara JRPG serta western RPG, Undertale lakukan beberapa hal untuk mendekontruksi jenisnya. Undertale dapat mengganti cerita yang terlihat seperti adventure-action simpel jadi cosmic horror yang menakutkan.
Gameplay yang diberikan juga ‘berbeda’, bukannya jadi turn based RPG simpel,
Undertale menyisipkan faktor bullet hell, platformer, serta dating sim dalam gameplay-nya yang tentunya bersatu secara baik pada keseluruhnya gamenya.

Stanley Parable ialah game yang membuat anda bingung sekaligus juga kagum dengan cerita yang ada di gamenya. Pada beberapa game kita mempunyai kontrol penuh untuk mengganti jalannya game, tetapi di Stanley Parable anda-lah yang dirubah oleh gamenya.

Lewat in-game narator, anda diharap untuk ikuti beberapa instruksi yang
bukan hanya tentukan jalannya permainan dan juga bagaimana anda memainkannya, menarik kan?

Simpulan

Dekonstruksi adalah cara pengembangan yang tidak gampang serta perlu
pertimbangan yang masak, tetapi pengaplikasiannya dapat bawa efek yang besar buat satu jenis. Seorang developer harus pahami luar-dalam satu jenis sebelum punya niat mengganti jenis itu,
seperti melempar kotak tanpa ada biarkan didalamnya amburadul.

Sekarang ini, dekontruksi jenis kemungkinan dibutuhkan supaya pengembangan game tidak statis serta bawa angin fresh baik buat player atau developer.

  • 1
  • 2