Perpanjangan PSBB Jakarta di Tengah Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit Menipis dan Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Posted on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan putuskan untuk perpanjang limitasi sosial bertaraf besar (PSBB) semasa dua minggu, terhitung mulai 28 September sampai 11 Oktober 2020. PSBB yang diperketat sebelumnya setelah diperlonggar awalannya diresmikan semasa dua minggu mulai 14 sampai 27 September 2020.

Ekstensi PSBB itu tercantum pada Ketetapan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Anies pada Kamis (24/9/2020) tempo hari sampaikan, ekstensi PSBB sudah dibicarakan serta mendapatkan restu dari pemerintah pusat. Ia putuskan perpanjang PSBB sebab angka masalah positif Covid-19 mempunyai potensi bertambah kembali lagi bila PSBB dilonggarkan.

Anies serta meramalkan, jumlah masalah aktif Covid-19 di Jakarta capai 20.000 orang pada November 2020 bila tidak ada limitasi. Sedang masalah harian Covid-19 akan sentuh angka 2.000 pada tengah Oktober 2020.

“Tanpa ada limitasi ketat serta dengan tingkat pengetesan masih seperti sekarang ini. Bertambahnya masalah harian di Jakarta diperkirakan akan capai 2.000 /hari pada tengah Oktober, sedang masalah aktif akan capai 20.000 pada awal November,” kata Anies dalam info tercatat tempo hari.

PSBB membuat masalah aktif Covid-19 melandai

Anies mengakui, masalah aktif Covid-19 mulai melandai sesudah PSBB diperketat lagi. Tandanya ialah perbandingan masalah aktif positif Covid-19 pada 12 hari pertama bulan September serta waktu PSBB dan Rt atau angka reproduksi virus.

Anies menjelaskan, pada 12 hari pertama bulan September atau sebelum implikasi PSBB, tambahan masalah aktif positif Covid-19 sekitar 49 % atau 3.864 masalah. Waktu implikasi PSBB atau 12 hari selanjutnya di bulan September, tambahan jumlah masalah aktif menyusut jadi 12 % atau 1.453 masalah.

Selanjutnya untuk nilai Rt pada awal September ialah 1,14. Angka itu mulai menyusut jadi 1,10 semasa PSBB. Berarti 100 orang mempunyai potensi menyebarkan virus ke 110 orang yang lain.

Meskipun begitu, kata Anies, pelandaian masalah aktif Covid-19 bukan arah penting implikasi PSBB. Pemprov DKI bersama-sama masyarakat harus batasi kesibukan buat mendesak penebaran Covid-19.

“Pelandaian diagram masalah aktif bukan arah akhir. Kita harus terus kerja bersama-sama untuk memutuskan mata rantai penyebaran,” tutur Anies.

Ia mengharap, minimum 60 % masyarakat Jakarta melakukan aktivitas di dalam rumah supaya masalah harian Covid-19 melandai serta turun.

“Team FKM UI mempertimbangkan dibutuhkan minimum 60 % masyarakat diam di dalam rumah saja supaya penyebaran epidemi melandai serta mulai menyusut. Sekarang ini, masih seputar 50 % masyarakat diam di dalam rumah saja,” sebut ia.

Keterpakaian Tempat Tidur Rumah Sakit

Klaim pelandaian masalah aktif Covid-19 kebalikannya dengan keterpakaian tempat tidur di dalam rumah sakit referensi Covid-19.

Anies mengaku kemampuan tempat tidur isolasi atau ICU terus tipis. Sisa 19 % dari keseluruhan kemampuan tempat tidur isolasi di 67 rumah sakit di Ibu Kota untuk pasien Covid-19.

Disamping itu, sisa 26 % dari keseluruhan kemampuan tempat tidur ICU di dalam rumah sakit referensi yang ditujukan buat pasien Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *